Rancang Bangun LINE Chatbot Informasi dan Edukasi Kesehatan Mental Menggunakan Algoritma Jaro Winkler

Main Article Content

Leilly Indahsari
Kusnadi Kusnadi
Tiara Eka Putri

Abstract

Tingkat pemahaman masyarakat di Kota Cirebon mengenai mental yang sehat dan cara penangannya masih rendah karena minimnya sosialisasi sehingga banyak mitos, stigma negatif, anggapan sepele, dan mispersepsi. Pengetahuan penanganan kesehatan mental merupakan faktor yang penting untuk dipahami karena menurut data kementrian kesehatan Indonesia masyarakat modern di perkotaan dan usia remaja lebih rentan mengalami resiko gangguan mental. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan membangun chatbot sebagai media informasi edukasi pada platform LINE yang bertujuan untuk mensosialisasikan kesehatan mental pada masyarakat dan membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi layanan konsultasi offline (tatap muka) yang berlokasi di Cirebon dan konsultasi online yang merupakan konsultasi dengan konselor secara online melalui WhatsApp, LINE, E-mail, atau website diluar Cirebon. Metode yang diterapkan pada chatbot adalah algoritma jaro-winkler sebagai pemrosesan string pencocokan kata antara keyword dengan input user. Metode yang digunakan untuk mengembangkan perangkat lunak adalah SDLC model waterfall. Metode perancangan yang digunakan adalah analisis berorientasi objek menggunakan Unified Modeling Language (UML). Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dengan MySQL sebagai database yang perlu dihostingkan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah chatbot informasi dan edukasi kesehatan mental yang dapat memberikan sosialisasi dengan mudah, cepat, terkini, dan praktis kepada masyarakat untuk  meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, dan kesadaran masyarakat terhadap hal yang berkaitan dengan kesehatan mental.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Indahsari, L., Kusnadi, K., & Putri, T. E. (2021). Rancang Bangun LINE Chatbot Informasi dan Edukasi Kesehatan Mental Menggunakan Algoritma Jaro Winkler. Jurnal Eksplora Informatika, 10(2), 68-79. https://doi.org/10.30864/eksplora.v10i2.428
Section
Articles

References

Y. Kurniawan and I. Sulistyarini, “Komunitas sehati (sehat jiwa dan hati) sebagai intervensi kesehatan mental berbasis masyarakat,” Insa. J. Psikol. dan Kesehat. Ment., vol. 1, no. 2, p. 112, Jan. 2017, doi: 10.20473/jpkm.v1i22016.112-124.

D. Domarco and N. M. S. Iswari, “Rancang bangun aplikasi chatbot sebagai media pencarian informasi anime menggunakan regular expression pattern matching,” J. Ultim., vol. 9, no. 1, pp. 19–24, 2017, doi: 10.31937/ti.v9i1.559.

Y. Faranika, N. Nikentari, and H. Kurniawan, “Sistem Pengukuran Dokumen Menggunakan Algoritma Jaro-Winkler Distance,” pp. 1–8.

A. Kornain, F. Yansen, and T. Tinaliah, “Penerapan Algoritma Jaro-Winkler Distance Untuk Sistem Pendeteksi Plagiarisme Pada Dokumen Teks Berbahasa Indonesia,” Progr. Stud. Tek. Inform. STMIK GI MDP, pp. 1–10, 2014.

M. Qulub, E. Utami, and A. Sunyoto, “Stemming Kata Berimbuhan Tidak Baku Bahasa Indonesia Menggunakan Algoritma Jaro-Winkler Distance,” Creat. Inf. Technol. J., vol. 5, no. 4, p. 254, 2020, doi: 10.24076/citec.2018v5i4.218.

D. A. Rizaldhi and G. A. K. R. A. D. Hartanto, “Implementasi Algoritma Sentence Similarity,” vol. 4, no. 1, pp. 10–14, 2020.

H. H. Herwin, “Super Agent chatbot ‘3S’ Sebagai Media Informasi Menggunakan Metoda Natural Language Processing(NLP),” J. Teknol. Dan Open Source, vol. 2, no. 1, pp. 53–64, 2019, doi: 10.36378/jtos.v2i1.144.

S. Idaiani and A. Y. Kristanto, “Analisis Gejala Gangguan Mental Emosional Penduduk Indonesia,” Major. Kedokt. Indones., vol. 59, pp. 473–479, 2007.

C. Wibisono, “Pemanfaatan Approximate String Matching Menggunakan Jaro-Winkler Distance untuk Mengidentifikasi Typographical Error pada,” 2018.

Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2013.

J. Ilmu et al., “Kualitas pelayanan publik dalam pembuatan izin trayek oleh dllaj kabupaten bogor effectiveness of public service in service by dllaj route permits bogor district,” vol. 2, no. April, pp. 47–59, 2016.